Religion
Jumat, 20 Juni 2014
Senin, 16 Juni 2014
1. Simon Petrus
Pengantar
Nama lahir -asli- Simon Petrus adalah Simon. Kata Petrus
ditambahkan kemudian oleh Tuhan Yesus. Kata Petrus adalah
terjemahan Yunani dari kata Kefa -bhs Aram- yang artinya
batu padas, batu karang. Simon Petrus dilahirkan di Betasaida,
Yoh 1:44, Ayahnya bernama Yona atau Yunus/Yohanes, Mat 16:17,
Yoh
1:42, 21:15. Saudara kandungnya adalah Andreas. Mat 10:2. Simon Petrus,
Yakobus dan Yohanes termasuk murid yang “terdekat” dengan Tuhan Yesus,
Mrk 5:37, 9:2, 14:33.
Selama Melayani Bersama Tuhan Yesus
Mungkin
sekali Simon Petrus pindah dan tinggal serta bekerja sebagai nelayan di
Kapernaum. Di tempat ini, Simon Petrus dan Andreas, berjumpa dengan
Yesus, Mrk 1:29; Luk 4:38.
Ketika Simon Petrus menjadi pengikut atau murid Tuhan Yesus, ia meninggalkan beberapa hal, antara lain:
Ketika Simon Petrus menjadi pengikut atau murid Tuhan Yesus, ia meninggalkan beberapa hal, antara lain:
- jala atau penunjang kehidupannya
mata pencaharian pekerjaannya dan penghasilan untuk seluruh anggota keluarga orang tua dan saudara
- mertua yang sakit-sakitan
Simon
Petrus adalah murid Tuhan Yesus yang paling banyak mengungkapkan
dirinya daripada murid-murid lain. Simon Petrus memiliki sifat alamiah
yang amat menarik -ditambah anugerah rohani dan pendidikan yang ia
terima dari Tuhan Yesus- membuat banyak orang terpikat. Dalam berbicara
dan bertindak, Simon Petrus melakukan dengan satu cara yang khusus
mengungkapkan sifatnya. Ia tidak pernah meniru gaya dan kepribadian
orang lain. Keaslian yang dimilikinya merupakan salah satu modal dalam
kepemimpinannya yang sejati. Ia adalah seorang yang tidak berpikir
dalam-dalam, berhati ramah, suka menurut kata hati dan bertindak cepat,
yang dikuasai oleh dorongan pada saat itu juga. Hal-hal tersebut dapat
dilihat dalam Alkitab, antara lain:
- Mencoba -dan sedikit berhasil- berjalan di atas air untuk mendapati Tuhan Yesus
- Ingin mendirikan tiga kemah di atas Gunung waktu Tuhan Yesus dimuliakan di atas gunung- agar Yesus, Musa, Elia dan dirinya tinggal di tempat itu.
- Tidak mau membiarkan Tuhan Yesus membasuh kakinya
- Menyombongkan kesetiaannya
- Berani membela Tuhan Yesus dengan padang, dan memotong salah satu prajurit -bernama Malkhus- yang menangkap Tuhan Yesus di Getsemani
- Mengabaikan Yohanes yang ragu-ragu, dan dengan berani masuk ke dalam kuburan Yesus
- Ketika mengetahui Tuhan Yesus berdiri dipantai, ia menggenakan pakaiannya, lalu terjun ke danau dan berenang ke tepi -karena tidak sabar menunggu perahu yang sarat dengan ikan- untuk bertemu Yesus.
Setelah Pentakosta
Setelah
kebangkitan Yesus, Ia menyatakan Diri-Nya secara khusus kepada Petrus.
Di samping itu, Tuhan Yesus membutuhkan waktu tersendiri memulihkan
simon Petrus. Pemulihan ini perlu karena Simon Petrus pernah menyangkal
Tuhan Yesus, Yoh 21:15-19. Pemulihan tersebut nyata dalam Surat 1 dan
Petrus.
Perubahan
besar dalam diri Simon Petrus terjadi ketika Pentakosta. Ia berdiri
mewakili para murid dan berkhotbah kepada orang-orang di Yerusalem,
Kisah 2:14-40. Pada perkembangan kemudian, Simon Petrus menjadi salah
satu pemimpin Gereja Mula-mula.
Dalam
kurun waktu yang cukup lama, Ia berperan penting dalam perkembangan dan
pertumbuhan Jemaat atau Gereja Mula-mula. Sejarah -dan juga tradisi-
Gereja menunjukkan bahwa Simon Petrus melakukan pelayanan sampai masa
tuanya -sampai akhir hayatnya- di Roma. Di kota itu -Roma- ia menjadi
Martir, dengan cara disalibkan kepala ke bawah oleh Kaisar Nero, antara
thn 64-67 Ms.a
Langganan:
Postingan (Atom)









































